Universitas Muslim Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi nasional dengan menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) Angkatan XLIX. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Rektor UMI pada Senin, 12 Januari 2026.
Pelatihan PEKERTI Angkatan XLIX diikuti oleh 130 peserta yang berasal dari 64 perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini akan berlangsung selama tujuh hari dan dilaksanakan secara daring dengan memadukan metode sinkron dan asinkron, sehingga memungkinkan peserta dari berbagai wilayah dapat mengikuti pelatihan secara optimal.
Pelatihan ini diselenggarakan oleh LP2S UMI sebagai lembaga yang secara konsisten dipercaya oleh kementerian untuk menyelenggarakan PEKERTI. Hingga saat ini, UMI telah memfasilitasi pelatihan bagi lebih dari 4.000 dosen dari ratusan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, menjadikan UMI sebagai salah satu penyelenggara PEKERTI unggulan di tingkat nasional.
Dalam sambutannya, Rektor UMI menekankan bahwa Pelatihan PEKERTI tidak semata-mata menjadi persyaratan administratif dalam proses sertifikasi dosen, tetapi merupakan wahana strategis untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesionalisme dosen. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu merancang pembelajaran yang terstruktur, menerapkan metode pembelajaran yang inovatif, serta melakukan evaluasi pembelajaran secara tepat dan berorientasi pada capaian pembelajaran.
Lebih lanjut, Rektor UMI juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan LP2S, para instruktur, dan panitia pelaksana atas dedikasi dan konsistensinya dalam menjaga kualitas pelaksanaan PEKERTI. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan PEKERTI menjadi bukti kepercayaan nasional terhadap UMI dalam mendukung peningkatan mutu dosen dan pembelajaran di perguruan tinggi.
Sementara itu, panitia pelaksana menyampaikan bahwa modul pelatihan PEKERTI yang digunakan telah disesuaikan dengan kebijakan pendidikan tinggi terkini, termasuk pendekatan Outcome Based Education (OBE). Peserta akan dibekali keterampilan perencanaan pembelajaran melalui penyusunan RPS, praktik microteaching, serta pengukuran capaian pembelajaran yang selaras dengan CPL dan CPMK.
Melalui pelaksanaan PEKERTI Angkatan XLIX ini, Universitas Muslim Indonesia berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak dosen-dosen yang kompeten, profesional, dan adaptif terhadap dinamika kebijakan pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat jejaring kerja sama antarperguruan tinggi di seluruh Indonesia.

