
Sebanyak 100 orang yang memiliki bakat riset penelitian dari 20 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia mengikuti pelatihan reviewer Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk diskusi dan latihan ini, menghadirkan beberapa pemateri nasional, termasuk pihak Kemenristekdikti dan juga peneliti handal dari PTN/PTS se – Indonesia.

Lembaga penelitian dan Pengembangan Sumberdaya (LP2S) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar sebagai Host/Pelaksana bekerjasama dengan Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kemenristek Dikti melaksanakan Pelatihan Reviewer Penelitian Perguruan Tinggi dan Sertifikasi Reviewer Penelitian Perguruan Tinggi pada tanggal 17 – 21 september 2019 di Four Points Sheraton Makassar.
Ketua LP2S UMI, Prof. Dr. H. Syahnur Said,SE.,MSi mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman reviewer mengenai paradigma baru anggaran riset berbasis ouput, beserta perangkat peraturan yang mendukungnya.

“Sebanyak 100 Peserta dari 20 PTN dan PTS se-Indonesia mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi reviewer Penelitian Perguruan Tinggi,” katanya.
Dan mereka akan menerima materi dari DRPM, Kementrian Keuangan, Kementrian Hukum dan Ham, Badan Sertifikasi Nasional, Pusdiklat Kemenristedikti, Quantum HRM International dari tanggal 17-20 Sepember 2019. Dan tanggal 21 mereka akan mengikuti Sertifikasi Reviewer Penelitian Perguruan Tinggi.

Kepala Bidang program dan evaluasi Pusdiklat Kemenristekdikti, Dr. Ir Lanjar M.Si mengatakan kegiatan ini bentuk mengimplementasikan peraturan Kemenristekdikti No 69 tahun 2016 agar menghasilkan reviewer penelitian yang jujur dan profesional dalam menilai kelayakan proposal penelitian dan luaran penelitian.
“Tujuan penyelenggara penelitian meningkatkan kompetensi antara lain; pengetahuan, keterampilan, sikap kerja,” paparnya.
Disampaikan pula, disisi lain adalah penelitian meningkatkan pemahaman reviewer mengenai paradigma baru anggaran riset berbasis output serta meningkatkan pemahaman reviewer mengenai panduan pendanaan Kemenristek Dikti yang terkini dan tata cara penelitian.
“Menghasilkan reviewer yang berkompeten, jujur, dan profesional,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan, sasaran para peneliti terwujudnya reviewer yang berkompeten, jujur dan profesional dalam mendukung tercapainya indikator kinerja riset dan pengembangannya yaitu publikasi kekayaan intelektual dan prototype teknologi.
“Kompetensi menjalankan penjaminan mutu. mengevaluasi kesesuaian target, menilai kelayakan sub keluaran pelaksanaan penelitian, menilai kelayakan biaya dan memberikan rekomendasi kelayakan,” ungkapnya.
Pada kesempatam tersebut. Beliau atas nama perwakilan Kemenristek Dikti menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan seperti ini. Apalagi di Dikti perlu peningkatan penelitian jurnal dan lainya.
“Harapan kami penelitian ini mendorong para dosen untuk memahami teknik, metode penelitian dengan cara benar dan sistematis. Pengalaman penelitian banyak dapat kenikmatan,” katanya.
Sedangkan di lokasi tersebut, sebelum membuka acara Rektor UMI Makassar, Prof. Dr. Basri Modding M.Si menuturkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan para Dosen dalam kegiatan ini.
“Berkaitan integritas dalam penelitian, punya rasa memiliki dan kejujuran serta mengikuti kode etik berkaitan reviewer dan bertanggungjawab,” pesan guru besar FE UMI itu.
Berdasar data terbaru Dikti, UMI menempati urutan pertama untuk minat penelitian. Maka pada kesempatan ini, sebanyak 29 Dosen UMI mengikuti pelatihan tersebut.
“Dalam pengembangan penelitian, kami mengarah pada; Pemula, unggulan fakultas dan unggulan perguruan tinggi. UMI anggarkan 3 miliar lebih penelitian dari 826 dosen yang berminat penelitian,” tandasnya.
(LP2S UMI)